Dokter Anakku

Millenium Development Goals 4 dan 5

Millenium Development Goals 4 dan 5

MDGs dalam Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) MDGs 4

Dengan  dukungan  pihak-pihak terkait serta pemerintah, target pencapaian ditentukan untuk merangsang negara-negara menentukan intervensi yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian MDGSs 4 dan 5, bersama dengan MDGs  1, 6 dan 7.
Melalui target pencapaian ini, para penentu kebijakan di tingkat nasional dan internasional, serta pihak-pihak yang terkait termasuk para peneliti, bekerja sama untuk:
•  Menyimpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi terkini mengenai tingkat kemajuan yang dicapai melalui intervensi kesehatan dalam rangka mencapai tingkat KIA yang optimal.
•  Berperan serta secara aktif dalam program-program KIA.
•  Bekerjasama dengan pemerintah setempat, instansi terkait dan seluruh masyarakat dalam rangka pencapaian target yang diharapkan.
•  Mengidentifikasi masalah-masalah yang menghambat kemajuan program.
•  Merencanakan program  baru untuk mencapai target yang telah dicanangkan dalam MDGs 4 dan 5. 

MDGs 4 dan 5 : Situasi di Indonesia
Menurut Riskesdas 2007, 77% kematian Balita terjadi pada 1 tahun pertama kehidupan,  55% kematian Bayi terjadi pada 1 bulan pertama, dan 80% kematian  Neonatus terjadi pada 7 hari pertama kehidupan.

Asfiksia neonatorum, berat badan lahir rendah/kurang bulan dan sepsis merupakan penyebab utama kematian  Neonatus. Diare, pneumonia, infeksi susunan saraf pusat merupakan penyebab utama kematian anak diatas 1 bulan sampai 5 tahun.

Perdarahan, eklamsia, sepsis dan abortus merupakan penyebab kematian ibu maternal. Malnutrisi dan malaria memberikan konstribusi terhadap kematian ibu dan balita.  Sebagian besar penyebab kematian ibu dan balita dapat dicegah. 

1.  MDGs 4 di Indonesia
Indikator, target dan pencapaian MDGs 4  di Indonesia tahun 2015 terangkum dalam Tabel 1 berikut.

bayi2
Tabel 1.  Indikator, target dan pencapaian Indonesia dalam MDGs 4 

image

AKB dan AKBa di Indonesia telah mengalami p enurunan yang bermakna sejak tahun 1990 sampai dengan 2003.  AKBa turun dari 91 pada tahun 1990 menjadi 44 per 1000 KH pada 2003; sedangkan AKB turun dari 68 menjadi 34 per 1000 KH pada 2003. Akan tetapi, sejak tahun 2003 pencapaian ini cenderung menetap (Gambar 1). Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya tambahan untuk mencapai target MDGs pada tahun 2015.
image

Gambar 1.   Angka Kematian Bayi  dan Angka Kematian Balita dan
target pencapaian MDGs di Indonesia

2.  MDGs 5 di Indonesia
ibu-dan-bayi
Indikator dan target MDGs  5 tahun 2015 di Indonesia adalah sebagai berikut:
•  Menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 97 per 100.000 KH
•  Meningkatkan proporsi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dari 74,87%
•  Meningkatkan pemakaian kontrasepsi cara modern
•  Menurunkan tingkat kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun
•  Memperbaiki antenatal care

Indikator, target dan pencapaian MDGs 5  di Indonesia tahun 2015 secara lebih rinci ditampilkan pada Tabel 2
image

Data dari SDKI menunjukkan adanya penurunan  AKI di Indonesia dari tahun ke tahun seperti yang terlihat  pada Gambar 2.

image Gambar 2.  Grafik Angka Kematian Ibu (AKI) tiap tahun dan pencapaian MDGs

Akan tetapi, pencapaian ini masih cukup jauh  dari target  MDGs 5 tahun 2015 sebesar 102 per 100.000 KH. Dengan pencapaian sebesar 228 pada tahun 2007, upaya yang lebih keras dan terpadu diperlukan untuk dapat mencapai target tersebut.

Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penurunan AKI, salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih.  Proporsi pertolongan persalinan oleh tenaga terlatih di Indonesia dari tahun ke tahun telah meningkat, tetapi masih belum mencapai target yang ditentukan yaitu 90% (Gambar 3). Penempatan bidan desa di seluruh provinsi di Indonesia  merupakan salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah. 
image

Gambar 3. Proporsi persalinan oleh tenaga terlatih di Indonesia

Upaya lain yang telah dilakukan untuk menurunkan AKI adalah program  Making Pregnancy Safer  (MPS), yang  merupakan strategi sektor kesehatan untuk mengatasi kematian dan kesakitan ibu dan bayi.

Program lain yang telah dilakukan  adalah  : Gerakan Sayang Ibu, penyediaan bidan di desa, PONED  (Pelayanan Obstetri dan Neonatus Emergensi Dasar)  dan PONEK (Pelayanan Obstetri dan Neonatus Emergensi Komprehensif)  serta kerja sama antara tenaga kesehatan dan dukun.

Namun demikian, upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut belum mampu menurunkan AKI, AKB dan AKBa seperti yang diharapkan.  Untuk itu diperlukan upaya percepatan yang lebih bermakna dan kerja keras dari semua pihak.  Upaya ini menghadapi tantangan yang cukup berat, seperti transisi demografi, desentralisasi kesehatan, pelayanan publik, dan pendanaan. Oleh karena itu upaya penurunan AKI dan AKB terkait target MDGs di tahun 2015 ini tidak bisa hanya dikawal oleh pemerintah semata.  Partisipasi multiprofesional, dunia usaha dan masyarakat luas juga menjadi penentu keberhasilan pencapaian tersebut.

sumber : http://www.kesehatan-ibuanak.net/

Leave a reply