Dokter Anakku

Mengisap Jempol pada Anak


Mengisap Jempol pada Anak

Kebiasaan mengisap jempol atau kempeng pada anak, kadang menjadi sumber kekhawatiran tersendiri untuk orang tua. Pada usia berapa sebenarnya kebiasaan ini masih wajar dan tidak perlu dikhawatirkan? Dan apa yang orang tua harus lakukan untuk menghilangkan kebiasaan ini? 

Mengisap ibu jari atau jempol adalah perilaku yang tidak hanya ditemukan pada manusia, tetapi juga pada simpanse dan primata lainnya. Pada saat lahir, bayi secara refleks akan menyedot benda yang ditempatkan di dekat mulutnya dan ini merupakan refleks mengisap alamiah yang berfungsi dalam proses menyusui. Refleks mengisap ini akan menghilang sekitar usia 4 bulan, tetapi perilaku mengisap jempol sendiri bukan merupakan perilaku naluriah murni sehingga dapat bertahan lebih lama lagi. 

Kebiasaan mengisap jempol umumnya dapat berhenti pada usia 5 tahun. Tidak ada masalah dan gangguan yang ditimbulkan dari kebiasaan mengisap jempol sampai usia tersebut. Gangguan akan muncul bila kebiasaan mengisap jempol masih bertahan di atas usia itu atau pada saat gigi permanen mereka mulai tumbuh karena akan menyebabkan gangguan pertumbuhan gigi dan bentuk rongga mulut. Sedangkan kebiasaan mengisap jempol yang bertahan sampai dewasa adalah merupakan suatu bentuk gangguan gerakan stereotypic (berulang) yang berhubungan dengan gangguan kejiwaan. 

Gbr1. Maloklusi akibat mengisap jempol/jari


Untuk mencegah anak melakukan kebiasaan mengisap jempol, biasanya orang tua sering mengoleskan zat zat tertentu yang tidak disukai anak ke jempol anak mereka. Hal ini sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilakukan oleh Asosiasi Dokter Gigi Anak.

Beberapa cara untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jempol yang dianjurkan adalah : 

  1. Puji anak ketika tidak mengisap jempol dan bukan memarahi mereka ketika melakukannya.
  2. Biasanya bayi atau anak mengisap jempol untuk menenangkan diri saat membutuhkan kenyamanan. Sehingga ketika melihat anak Anda mengisap jempol, cobalah fokus untuk mengoreksi penyebab kecemasan dan memberikan kenyamanan tersebut kepada anak Anda.
  3. Bila seorang anak mengisap jempol karena bosan, coba alihkan perhatian anak dengan kegiatan yang menyenangkan. Terutama kegiatan yang membuat anak menggunakan kedua tangannya sehingga anak melupakan kegiatan mengisap jempolnya 
  4. Libatkan teman atau anak lain yang lebih besar untuk memotivasinya berhenti mengisap jempol. Bila melihat teman sebayanya tidak mengisap jempol lagi, biasanya anak akan merasa malu melakukan kebiasaanya itu. 
  5. Dokter gigi anak Anda juga dapat membantu memotivasi dan menjelaskan gangguan yang dapat terjadi pada gigi mereka jika tidak berhenti melakukan kebiasaan tersebut. Pemasangan alat tertentu pada mulut anak juga dapat dilakukan oleh dokter gigi anak untuk membantu menghentikan kebiasaan mengisap jempol yang memang sulit dihilangkan. 
Sumber : Curzon MEJ, Dental Implication of Thumb Sucking, Pediatrics;1974;54;96
Artikel ini juga dapat dibaca di Koran Radar Riau

Leave a reply