Dokter Anakku

Diare pada Anak

Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di negara berkembang (1.3 milyar episod dan 3.2 juta kematian/th pada balita). Rentang episod diare 3.3-9 per tahun. Pada daerah episod yang tinggi seorang balita menghabiskan 15% waktunya dengan diare. Sekitar 80% kematian yang berhubungan dengan diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. 
Penyebab utama kematian karena diare adalah dehidrasi sebagai akibat kekurangan cairan dan elektrolit melalui tinjanya. Penyebab kematian lain adalah disenteri, kekurangan gizi dan infeksi serius. Di Indonesia setiap anak mengalami diare 1.6-2 kali/tahun. 
Hasil SKRT angka kematian diare anak balita dan bayi permil pertahun berturut-turut menunjukkan angka: 6.6(anak balita), 22 (bayi) pertahun 1980; 3.7 (anak balita) dan 13.3 (bayi) pada tahun 1985/1986; 2.1 (anak balita) dan 7.3 (bayi) pada th 1992. 1 (anak balita) dan 8 (bayi) pada tahun 1995. Angka morbiditas 1989, 1990, 1995 adalah 78.5%, 103% dan 100%. Krisis ekonomi akan berpengaruh pada angka morbiditas.

Diare adalah ; 
Berak cair >3 kali sehari 
Biasa pada anak umur 6 bln – 2th 
Bayi< 6 bulan diare biasanya terjadi karena minum susu sapi atau susu formula 
Bayi dng ASI eksklusif biasanya beraknya lembek; ini bukan diare 

Menilai Diare ;
Berapa lama anak menderita diare? 
Adakah darah dalam tinja? untuk menentukan apakah anak menderita disentri 
Adakah tanda-tanda dehidrasi ? Jika Ya, Tanyakan : 
1.Sudah berapa lama? 
2.Adakah darah dalam tinja (beraknya berdarah)? 

LIhat dan Raba
1.Lihat keadaan umum anak. Apakah Anak : 
• Letargis atau tidak sadar? 
• Gelisah atau rewel/mudah marah? 

2.Lihat apakah matanya cekung? 

3.Beri anak minum. Apakah anak: 
• Tidak bisa minum atau malas minum 
• Haus, minum dengan lahap? 

4.Cubit kulit perut untuk mengetahui turgor. 
• Apakah kembalinya: 
• Sangat lambat (lebih dari 2 detik)? 
• Lambat? 

KLasifikasi Dehidrasi

DEHIDRASI BERAT 
Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut ini: 
1.Letargis atau tidak sadar 
2.Mata cekung 3.Tidak bisa minum atau malas minum 
4.Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat

DEHIDRASI TAK BERAT
Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut ini: 

1.Gelisah, rewel/mudah marah 
2.Mata cekung 
3.Haus, minum dengan lahap 
4.Cubitan kulit perut kembalinya lambat 

TANPA DEHIDRASI
Tidak cukup tanda-tanda untuk diklasifikasikan sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang

PENANGANAN DIARE :

  • Tetap teruskan pemberian ASI dan makanan 
  • Berikan Zink selama 10 hari 
  • Berikan cairan oralit 
  • Antibiotik sesuai jenis diare 
  • Edukasi pada orang tua tentang tanda tanda dehidrasi dan cara pemberian cairan di rumah

Bagan Penanganan DIARE WHO ;

 Rekomendasi IDAI tentang penggunaan Zink dan cairan Rehidrasi Oral Hipoosmolar pada diare : 

Dengan mengkaji berbagai kepustakaan yang berkaitan dengan penggunaan Zink dan Cairan Rehidrasi Oral pada penderita diare, maka disimpulkan bahwa pemberian Zink dan  Cairan Rehidrasi Oral Hipoosmolar pada anak dengan diare memenuhi ‘Level of Evidence’ I (satu) dengan derajat rekomendasi A.

Dukungan ilmiah :

  • Guarino A, Albano F, Guandalini S; Working Group on Acute Gastroenteritis. J Pediatr Gastroenterol Mutr. 2001; 33 Suppl 2:S2-12.
  • Hans S, Kim Y, Garner P. Reduced osmolarity oral rehydration solution for treating dehydration due to diarrhea in children : systematic review. BMJ. 2001; 323: 81-5.
  • WHO. Hospital Care for Children. 2005.
  • Aiuke, Rohde J, Schuert J, Jude N, Camille S, Soenarto Y. Assessment for the Introduction of Zinc in Improved Management of Diarrhea in Indonesia. Airlington, Virginia, USA: Basic Support for Institutionalizing Child Survival (BASICS) for the United States Agency for International Development (USAID). 2007.

Berdasarkan hal tersebut, Maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian preparat Zink dan Cairan Rehidrasi Oral Hipoosmolar pada anak yang mengalami diare.

 

Leave a reply