Dokter Anakku

WASPADA KERACUNAN DI RUMAH

Photo 8-6-15, 5 08 23 PMSebanyak 13% kecelakaan fatal di seluruh dunia disebabkan oleh keracunan di rumah. Ternyata, keracunan masuk empat besar penyebab kecelakaan pada anak, setelah cedera lalu lintas, kebakaran, dan tenggelam. Berdasarkan data WHO, 13% kecelakaan fatal di seluruh dunia disebabkan oleh keracunan di rumah. Anak usia 1 – 6 tahun berisiko tinggi mengalami keracunan di rumah dengan tingkat kematian tertinggi pada anak di bawah usia satu tahun.

Oleh karena itu, orangtua perlu waspada pada berbagai produk/ bahan kimia rumah tangga yang berpotensi menyebabkan keracunan di rumah  yaitu : 
• Di kamar tidur : Bahan Kosmetik, Racun serangga, Obat obatan, Kapur barus
• Di Dapur : Racun serangga/tikus, Cuka, Sabun cuci, Minyak Tanah, Gas Elpiji
• Di Ruang Tamu : Puntung rokok/asap Rokok, Tanaman Hias Plastik, Baterai, Pewangi Ruangan
• Di Kamar Mandi : Pembersih/pewangi lantai, Bahan Pemutih, Pewarna Rambut, Deterjen, Pembasmi Kuman, Pewangi Ruangan
• Di Garasi : Cat Rumah, Pencair Cat, Minyak Pelumas/Gemuk, Oli mobil/motor, Bensin

Produk bahan kimia dan pestisida di rumah tangga tersebut diatas bermanfaat untuk keamanan dan kenyamanan rumah, tetapi jika penggunanya tidak tepat dan benar dapat beresiko tinggi menyebabkan bahaya dan keracunan.

Bahaya keracunan dapat terjadi melalui :
– Kontak dengan kulit
– Kontak dengan mata
– Tertelan
– Terhirup

Tanda dan Gejala keracunan :
– Terdapat luka bakar atau kemerahan di sekitar mulut dan bibir akibat menelan bahan beracun
– Nafas berbau bahan kimia, misalnya pada keracunan besin atau cat
– Timbul bercak atau bau bahan kimia pada tubuh anak, pakaian, furnitur, lantai atau objek di sekitar anak
– Terdapat obat yang telah kosong atau adanya tablet/pil di sekitar anak
– Terdapat gejala muntah, sulit bernapas, penurunan kesadaran (mengantuk, bingung) atau kejang pada anak

MENCEGAH KERACUNAN
Punya anak balita, orangtua memang tak boleh mengurangi tingkat kewaspadaannya ya, Mama Papa. Namun, bukan berarti kita lantas jadi parno hingga makan tak tenang dan tidur pun tak nyenyak. Apalagi sampai membatasi ruang gerak si balita, wah ini malah membuat perkembangannya jadi kurang optimal.
Jadi? Yang perlu kita lakukan adalah mengupayakan pencegahan. Bagaimanapun, mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Apalagi keracunan berakibat fatal dan dapat merenggut nyawa.

Photo 8-6-15, 5 08 28 PMNah, untuk mencegah keracunan pada anak di rumah, American Academy of Pediatrics (AAP) dan Badan Sentra Informasi Keracunan Nasional memberikan tips berikut:
– Simpan semua obat dan bahan kimia di dalam lemari khusus yang terkunci dan jauh dari jangkauan anak-anak
– Jangan meletakkan obat dan bahan kimia di sembarang tempat walaupun hanya sebentar
– Simpan obat dan bahan kimia di dalam wadah aslinya, jangan menyimpan dalam wadah bekas makanan /minuman
– Jangan meletakkan obat dan bahan kimia dekat makanan dan minuman
– Jangan membujuk anak untuk minum obat dengan mengatakan bahwa obat tersebut adalah “permen”, “manisan” atau “gula-gula”
– Buang semua obat yang tidak digunakan lagi dengan baik sehingga tidak mudah dijangkau anak
– Baca label dengan teliti sebelum menggunakan obat atau bahan kimia
– Jangan menyobek atau membuang label pada kemasan
– Hubungi Sentra Informasi Keracunan di wilayah Anda tinggal bila terjadi keracunan di Rumah

PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN
Bila upaya pencegahan telah dilakukan, namun keracunan pada anak tetap terjadi, inilah pertolongan pertama yang dapat orangtua lakukan:
1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
2. Cari wadah bekas bahan beracun yang dicurigai sebagai penyebab untuk mempermudah mengetahui penyebab keracunan dari label yang tertulis
3. Jangan beri anak makan atau minum sebelum dibawa ke dokter atau pusat kesehatan terdekat
4. Segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat
5. Lakukan langkah pertolongan pertama berikut :
• Bila terhirup bahan beracun
Pindahkan anak keluar rumah untuk mendapat udara segar
Berikan oksigen jika anak mengalami kesulitan bernapas

• Kontak kulit (termasuk rambut dan kuku)
Lepaskan pakaian, arloji, baju dan sepatu yang terkontaminasi bahan beracun lalu simpan dalam wadah/plastik tertutup
Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir atau deterjen lembut dan bilas dengan air yang banyak minimal selama 15-20 menit hingga bersih lalu keringkan dengan handuk
Jika air sulit didapat maka sekalah kulit dan rambut dengan kain atau kertas secara lembut tanpa menggosok

Kontak dengan mata
Segera cuci mata dengan air bersih sebanyak mungkin atau gunakan Larutan garam fisiologis (Nacl 0,9%) mimal 1 liter untuk setiap mata
Buka kelopak mata anak sesekali sambil membilas mata minimal selama 30 menit sampai bersih dan tidak tersisa bahan beracun

• Tertelan
Pertolongan pertama tertelan bahan beracun tergantung pada bahan penyebab keracunan. Lakukan rangsang muntah jika anak sadar dan penyebab keracunan BUKAN tergolong Pestisida, Bahan korosif (cairan pembersih keramik) dan minyak tanah. Bila terkontak dengan bahan tersebut, segera keluarkan atau ludahkan bahan beracun dari mulut tanpa memasukkan jari atau benda lain ke mulut hingga tenggorokan anak yang dapat merangsang muntah

– Bila anak kejang.
Masukkan stesolid suppositoria (obat anti-kejang yang dimasukkan lewat dubur) sesuai dengan dosis dan cara pemakaian untuk anak. Seiring dengan itu, jaga aliran napas tetap terbuka dengan memosisikan leher dan kepala anak sejajar badan (tidak tertekuk) dan bawa ke rumah sakit terdekat.

– Bila anak tidak sadar serta ada ancaman henti napas.
Bawa segera ke RS dengan memastikan jalan napas tetap terbuka. Atau, bila Mama Papa sudah terlatih, lakukan resusitasi napas terlebih dahulu. (*)

Photo 8-6-15, 5 09 08 PMPenulis:
dr. Vicka Farah Diba, Msc., SpA
RS Santa Maria Pekanbaru, RS Ibnu Sina Pekanbaru
Website: http://www.dokteranakku.net

Telah terbit di Tabloid Nakita ed 852, Available at Scoop Magazine