Dokter Anakku

Tips Menjemur Bayi

IMG_4476Bayi baru lahir umumnya memiliki kecenderungan kuning karena organ hatinya belum berfungsi sempurna dalam mengolah BiIirubin, sinar matahari pagi memiliki spektrum sinar biru yang bermanfaat mengurangi kadar Bilirubin dalam darah. Kegunan sinar matahari pagi lainnya adalah menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir dari tenggrokannya. Sinar Matahari pagi juga merangsang pembentukan vitamin D dalam tubuh. Vitamin D ini diketahui berfungsi sebagai pembuka kalsium agar mudah terserap ke dalam aliran darah, sampai akhirnya menyatu di dalam tulang. Paparan yang dibutuhkan tak perlu lama, cukup sekitar 10 menit pada pagi hari.

Tips menjemur bayi : Menjemur bayi di dalam ruangan melalui jendela (tidak langsung terkena matahari) selama 10 menit, jemur bayi pada waktu optimal yaitu jam 7 sampai 9 pagi. 

  1. Pilih waktu yang tepat. Jemur bayi pada waktu optimal yaitu jam 7 sampai 9 pagi. Hindari paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore. Paparan sinar matahari menjelang siang dapat merusak membran kulit sehingga menyebabkan kulit merah dan terbakar.
  2. Tidak mengenakan baju. Jemur bayi dalam keadaan dada telanjang (hanya menggunakan celana / popok saja) dan bolak balikan tubuhnya. Dengan begitu tak hanya bagian dadanya saja yang disinari matahari, namun juga bagian punggungnya. Usahakan mata bayi membelakangi pancaran sinar matahari untuk menghindari risiko rusaknya lensa dan retina matanya
  3. Pilih lokasi yang tidak terlalu terbuka. Menjemur bayi sebaiknya di dalam ruangan melalui jendela (tidak langsung terkena matahari) 
  4. Tak ada batasan usia. Mengingat begitu banyak manfaat yang diperoleh, tak ada batasan usia untuk menjemur bayi di pagi hari. Umumnya bayi baru lahir sampai usia 1 minggu secara rutin dijemur demi mencegah/mengurangi tingginya kadar bilirubin. Sinar matahari merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat untuk pembentukan tulang sampai usia 20 tahun
  5. Waspadai bayi foto sensitif. Tanda tanda bayi foto sensitif adalah memerahnya kulit bayi bila terkena sinar matahari. Untuk keadaan ini sebaiknya bayi tidak langsung dijemur pada udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung tetapi pada tempat yang agak terlindung.IMG_4479
  6. Kondisi khusus pada bayi prematur. Khusus untuk bayi prematur disarankan untuk tidak djemur terutama pada minggu minggu pertama kelahirannya. Karena pada saat ini bayi kurang bulan masih membutuhkan suhu yang stabil.
  7. Jangan tinggalkan bayi sendiri ketika dijemur. Manfaatkan momen ini untuk melakukan kegiatan bermanfaat seperti melakukan kontak mata, mengajak bicara bayi serta melakukan kontak kulit dengan melakukan pijat bayi. Gunakan baby oil untuk memijat yang sekaligus dapat melindungi kulit bayi dari kekeringan.
  8. Bersih bersih bisa lebih detil. Menjemur bayi biasanya dilakukan sebelum memandikan bayi. Gunakan momen ini untuk melakukan kegiatan bersih bersih yang lebih mendetil seperti membersihkan lipatan di sekitar daun telinga, paha dan tangan bayi dengan kapas yang ditetesi baby oil. Setelah kotorannya terangkat, bayi bisa dimandikan.
  9. Waspadai kondisi hipertermi. Bila paparan sinar matahari terlalu terik, kurangi waktu menjemur bayi. Kondisi suhu tubuh bayi yang ideal adalah 36,5 – 37,5 C. Kondisi hipertermi menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh bayi, otak dan fungsi organ lainnya.