Dokter Anakku

Peran Vitamin dalam Meningkatkan Daya Tahan Si Kecil

Professor Emeritus dari Lembaga Sahabat Ilmu Kedokteran Australia, menyarankan orangtua bersikap cerdas dan kritis terhadap iklan vitamin dan suplemen makanan untuk anak, karena iklan tersebut sering menganjurkan konsumsi vitamin secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk anak. Padahal anak sehat dengan asupan diet yang bagus, tidak perlu konsumsi suplemen yang hanya menghamburkan uang saja.

1. Apakah yang dimaksud dengan sistem imun?
Sistem imun merupakan kumpulan sel, jaringan, dan organ didalam tubuh manusia, yang bekerja secara bersama – sama untuk melawan bakteri, virus, dan parasit yang dapat menyebabkan infeksi pada tubuh. Tanpa adanya sistem imun yang adekuat, tubuh manusia cenderung menjadi tempat perkembangbiakan yang baik untuk bakteri, virus, dan parasit.

2. Apakah pada bayi, sistem imun sudah berkembang dengan sempurna?
Pada saat dilahirkan, seorang bayi belum memiliki sistem imun yang adekuat. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan nutrisi yang baik, sistem imun dapat berkembang dengan baik.

3. Apa sajakah yang berperan dalam meningkatkan sistem imun?
Status nutrisi sangat berperan dalam meningkatkan fungsi sistem imun. Pada keadaan anak yang kekurangan nutrisi, mudah terserang infeksi dan meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Berdasarkan studi pada negara maju dan berkembang menyatakan pentingnya nutrisi protein, lemak diet, vitamin A, B, C, D, dan E, dan mineral seperti zat besi, selenium, dan zink untuk meningkatkan sistem imun.

4. Apakah Air Susu Ibu (ASI) berperan dalam meningkatkan sistem imun?
ASI merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan kekebalan tubuh pada bayi. Hal ini disebabkan karena terdapatnya kandungan faktor imun ibu pada ASI yang dapat memodulasi secara langsung sistem imun pada bayi.

5. Jenis protein apakah yang baik untuk sistem imun?
Konsumsi protein yang cukup, khususnya asam amino arginin dan glutamin, dapat membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, meningkatkan resistensi terhadap infeksi, dan meningkatkan fungsi sistem imun didalam tubuh. Arginin dan glutamin merupakan asam amino yang diproduksi didalam tubuh, namun dihasilkan dalam jumlah kurang untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga membutuhkan asupan dari luar tubuh. Arginin dan glutamin banyak ditemukan pada daging merah dan susu.

6. Apakah peranan multivitamin dalam meningkatkan sistem imun?

  • Selain penting untuk fungsi penglihatan, vitamin A juga diperlukan untuk pertumbuhan, reproduksi dan fungsi imunologik. Vitamin A dalam bentuk beta-karoten, memiliki sifat anti oksidan sehingga dapat melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Peran vitamin A untuk daya tahan tubuh juga terkait dengan perlindungan terhadap jaringan lunak dan selaput lendir. Kekurangan vitamin A awal ditandai dengan adanya buta senja.
  • Vitamin B Kompleks, memiliki peran utama dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan dengan mengubah makanan menjadi energi yang diperlukan sel-sel tubuh kita. Vitamin B juga dapat melindungi dari berbagai penyakit.
  • Vitamin C dapat mempercepat penyembuhan luka, membantu pertumbuhan dan perkembangan, dan memiliki sifat antioksidan yang dapat mencegah kerusakan akibat proses oksidasi. Keterlibatannya dalam pembentukan kolagen dan jaringan ikat menyebabkan vitamin ini menjadi penting pada masa percepatan pertumbuhan dan perkembangan.
  • Vitamin D bemanfaat untuk membantu penyerapan kalsium didalam tulang, memperkuat fungsi kekebalan tubuh, dan mengurangi peradangan didalam tubuh.
  • Vitamin E bermanfaat sebagai antioksidan, dan membantu mengontrol kadar gula dan kolestrol didalam tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung, dan kanker.
  • Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah, melindungi dari kejadian penyakit jantung koroner, dan kanker.
  • Vitamin – vitamin diatas merupakan vitamin yang penting untuk daya tahan tubuh yang utama, namun demikian vitamin lainnya juga tetaplah penting untuk menunjang kesehatan tubuh.

7. Sumber makanan apakah yang kaya akan multivitamin?
Sumber vitamin A utama : serealia siap saji, susu, wortel, margarin dan keju. Vitamin A juga dapat ditemukan pada ikan, minyak ikan, daging, hati, telur,
Vitamin B kompleks dapat ditemukan pada sayuran, hati, telur, biji-bijian, dan ragi.
Vitamin C dapat ditemukan pada buah stroberi, jeruk, tomat, melon, brokoli, sayuran berdaun hijau, ubi jalar, dan kentang.
Vitamin D dapat ditemukan pada ikan salmon, tuna, minyak hati ikan dan keju
Vitamin E dapat ditemukan pada gandum, hati, telur, kacang-kacangan, alpukat, dan minyak nabati.
Vitamin K dapat ditemukan pada selada, bayam, brokoli, kacang kedelai, dan kacang hijau.

8. Apakah peranan mineral dalam meningkatkan sistem imun?
Mineral khususnya zat besi, selenium dan zink dapat membantu dalam perkembangan sistem imun, bertindak sebagai antioksidan, dan memaksimalkan fungsi enzim didalam tubuh.

Defisiensi seng menyebabkan gangguan absorbsi, sintesis, dan transpor vitamin A, sehingga kadar vitamin A dalam sirkulasi juga rendah. Akibatnya, fungsi vitamin A terhadap imunitas juga berkurang dan memudahkan terjadinya infeksi, seperti ISPA dan diare. Suplementasi seng dan vitamin A terbukti dapat menurunkan angka kejadian ISPA dan diare pada anak

9. Sumber makanan apakah yang kaya akan mineral?
Zat besi dapat ditemukan pada hati ayam, daging merah, telur, daging ayam, gandum, dan kacang hijau atau sayuran hijau
Selenium dapat ditemukan pada keju, ikan salmon, gandum, dan telur.
Zink dapat ditemukan pada daging sapi, ayam, tuna, dan biji labu.

10. Berapakah dosis harian vitamin dan mineral yang direkomendasikan pada anak balita?
Dosis vitamin A harian yang direkomendasikan adalah 1000-1300 IU.
Dosis vitamin B harian yang direkomendasikan adalah 150-200 mcg
Dosis vitamin C harian yang direkomendasikan adalah 15-25 mg
Dosis vitamin D harian yang direkomendasikan untuk anak > 12 bulan adalah 600 IU dan untuk anak 0-12 bulan adalah 400 IU
Dosis vitamin E harian yang direkomendasikan adalah 7 IU
Dosis vitamin K harian yang direkomendasikan adalah 55 mcg
Dosis zat besi harian yang direkomendasikan adalah 10 mg
Dosis selenium harian yang direkomendasikan adalah 30 mcg
Dosis zink harian yang direkomendasikan adalah 5 mg

Simpulan :

  • Pemenuhan kebutuhan multi vitamin anak dianjurkan melalui asupan variasi makanan. Bila asupan makanan (diet) anak sudah bagus, maka tidak perlu mengkonsumsi suplemen.
  • Bila anak hendak mengkonsumsi suplemen vitamin, maka harus dipastikan dosis dan jenisnya sesuai kebutuhan.

Referensi :
• Calder P, Prescot S, Caplan M. Scientific Review : The Role of Nutrients in Immune Function of Infant and Young Children. Mead Johnson Nutritionals. 1-35.
• U.S Departement of Health and Human Services National Institute of Health. Understanding the Immune System How It Works. NIAID Science Education. 2007. 1-2.
• Mediskus. 6 Vitamin Untuk Daya Tahan Tubuh. http://mediskus.com/nutrisi/6-vitamin-untuk-daya-tahan-tubuh. 6 Februari 2017.
• Recommended Daily Intakes and Upper Limits for Nutrients. https://www.consumerlab.com/RDAs/. 7 Februari 2017.