Dokter Anakku

Gejala dan Tanda Anak Gagal Tumbuh Kembang

1. Apa itu tumbuh dan kembang?
Tumbuh kembang sebenarnya merupakan proses yang berbeda namun keduanya tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan satu sama lain.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan inerseluler, bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dengan satuan panjang, berat, dan ukuran kepala.
• Sedangkan yang dimaksud dengan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, bersifat kualitatif, pengukurannya dilakukan menggunakan skrining perkembangan.

2. Apa yang diperlukan seorang anak untuk menunjang tumbuh dan kembangnya?
Secara garis besar kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang dapat dikelompokan kedalam 3 kelompok, yaitu kebutuhan fisis-biomedis (asuh), kebutuhan kasih sayang/emosi (asih), dan kebutuhan stimulasi/latihan/bermain (asah). Oleh karena itu dalam membesarkan anak hendaknya dipakai falsafah asuh, asih, asah supaya anak mencapai tumbuh dan berkembang optimal.

3. Apakah yang dimaksud dengan gagal tumbuh kembang?
Gagal tumbuh atau Failure to Thrive adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak sesuai, berat badan yang tidak naik, atau bahkan turun dibandingkan pengukuran sebelumnya berdasarkan grafik pertumbuhan.
• Sedangkan Gangguan perkembangan dapat terjadi pada satu ranah perkembangan atau lebih dari satu ranah perkembangan. Gangguan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian.

4. Apa saja yang dapat menyebabkan gagal tumbuh kembang?
Faktor yang menyebabkan gagal tumbuh :
– Asupan kalori yang tidak mencukupi
• Nafsu makan kurang
• Anemia Defisiensi Besi
• Masalah Psikososial
• Kelainan sistim saraf pusat
• Infeksi Kronis
• Serebral Palsy
-Unavailability of food
• Teknik pemberian makan yang tidak tepat
• Jumlah makanan yang tidak cukup
• Makanan tidak sesuai usia
– Muntah
• Kelainan SSP
• Obstruksi saluran cerna
• Refluks Gastroesofageal
• Obat-obatan
– Malabsorbsi
– Pengeluaran energi berlebihan

Penyebab Gangguan Perkembangan antara lain : 
• Gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down;
• Gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, spina bifida, sindrom Rubella;
• Riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi berat lahir rendah, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kehidupan sehingga memerlukan perawatan intensif dan lainnya.

5. Tanda dan gejala apa yang dapat muncul jika seorang anak mengalami gagal tumbuh kembang?
• Tinggi, berat, dan lingkar kepala tidak sesuai dengan standard grafik pertumbuhan
• Pertumbuhan lambat atau terhenti
• Keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Yaitu gangguan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian.

6. Bagaimana cara mengatasi gagal tumbuh kembang?
• Gagal tumbuh yang disebabkan karena masalah nutrisi dapat diatasi dengan mengajarkan orang tua bagaimana cara memberikan diet yang seimbang. Dan segera bawa anak anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang seharusnya.
• Gangguan perkembangan dapat diatasi dengan melakukan Pemeriksaan skrining perkembangan secara dini menggunakan alat skrining perkembangan yang benar. Dengan mengetahui secara dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat.

7. Hal apa yang diperlukan agar tumbuh kembang dapat berlangsung seoptimal mungkin?
Asupan nutrisi yang adekuat. Nutrisi terbaik bayi pada 6 bulan pertama kehidupan adalah ASI, dilanjutkan pemberian MPASI setelah usia 6 bulan dan ASI tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun
Lakukan rangsangan/stimulasi perkembangan setiap saat dalam suasana yang menyenangkan.
Bawa anak 3 bulan – 2 tahun setiap 3 bulan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)

Referensi:
1. Sekartini, Rini. 2013. Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak. Disitasi pada: 17/11/2017
2. Grissom M, Chauhan A, Mendez R. Disorders of Childhood Growth and Development. FP Essentials™, Edition No. 410. Leawood, KS: American Academy of Family Physicians; July 2013
3. McLean HS, Price DT. Failure to thrive. In: Kliegman RM, Stanton BF, St. Geme JW III, et al., eds. Nelson Textbook of Pediatrics . 19th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Saunders; 2011:chap 38.
4. Failure To Thrive dalam Pedoman Pelayanan Medis, Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2009
5. Medise BE. MENGENAL KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM PADA ANAK. IDAI 2013 available from http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak