Dokter Anakku

Panduan Nutrisi Optimal pada Anak Diare

Panduan Nutrisi Optimal pada Anak Diare
Narasumber : dr Vicka Farah Diba Msc SpA
Expert Talk, 30 November 2017

1. Apa yang dimaksud dengan diare?
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. 1

2. Apa penyebab diare?
Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam 6 golongan besar yaitu infeksi (disebabkan oleh bakteri, virus atau infestasi parasit), malabsorpsi, alergi, keracunan, Imunodefisiensi dan sebab-sebab lainnya. Penyebab yang sering ditemukan di lapangan ataupun secara klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan. 1

3. Apa saja jenis-jenis diare ?
Jenis diare ada dua, yaitu diare akut, diare persisten atau diare kronik. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari, sementara diare persisten atau diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari 1

4. Faktor risiko apa yang dapat meningkatkan penularan diare?
Tidak memberikan asi pada 4 – 6 bulan pertama kehidupan bayi, tidak memadainya penyediaan air bersih, pencemaran air oleh tinja, kurangnya sarana kebersihan, kebersihan lingkungan dan pribadi yang buruk.2

5.Bolehkah ASI diberikan pada saat diare?
Boleh, Air Susu Ibu memiliki efek proteksi terhadap terjadinya diare. Saat si kecil diare, lanjutkan memberikan ASI. Kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI tidak menyebabkan diare bertambah parah. 3

6.Bagaimana pemberian susu formula pada bayi diare?
Pengenceran susu formula atau penggunaan susu rendah atau bebas laktosa pada saat diare tidak diperlukan, 4,5 Pada bayi yang telah mendapat susu formula, susu formula bebas laktosa hanya diberikan kepada bayi yang mengalami dehidrasi berat dan bayi yang secara klinis memperlihatkan intoleransi laktosa berat dan diarenya bertambah pada saat diberikan susu. Susu tersebut dapat diberikan selama 1 minggu. Intoleransi laktosa umumnya bersifat sementara akibat adanya kerusakkan mukosa usus. Gejala intoleransi laktosa mencakup diare cair profus, kembung, sering flatus, sakit perut, kemerahan di sekitar anus dan tinja berbau asam 6

7. Haruskah membatasi asupan makanan pada saat anak diare?
Tidak. Pemberian makanan harus tetap diberikan selama diare, bahkan harus ditingkatkan setelah sembuh. Meneruskan pemberian makanan akan mempercepat kembalinya fungsi usus yang normal termasuk kemampuan menerima dan mengabsorbsi berbagai nutrient. Sebaliknya pembatasan makanan akan menyenbabkan penurunan berat badan sehingga diare menjadi lebih lama dan kembalinya fungsi usus akan lebih lama.7

8. Makanan apa yang baik diberikan untuk anak diare?
1. Selalu siapkan cairan oralit untuk mengganti cairan yang keluar setelah diare.
Anak yang mengalami diare sangat rentan dehidrasi. Anak yang mengalami dehidrasi ringan sedang akan terlihat kehausan, sebaliknya bila sudah mengalami dehidrasi berat maka ia malas minum. Cegah si kecil mengalami dehidrasi dengan memberikan oralit sekitar 10 ml/kg berat badan. Misal berat badannya 10 kg, maka ia perlu oralit 100 ml setiap diare. Bila si kecil muntah setelah minum oralit, tunda dulu sebentar lalu berikan kembali sedikit demi sedikit. 3

2. Lanjutkan pemberian Air Susu Ibu (ASI)
Air Susu Ibu memiliki efek proteksi terhadap terjadinya diare. Saat si kecil diare, lanjutkan memberikan asi. Kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI tidak menyebabkan diare bertambah parah. Pemberian susu formula bebas laktosa saat sedang diare masih kontroversial, meski beberapa penelitian menunjukkan manfaat mengganti susu formula ke bebas laktosa saat sedang diare.3

3. Berikan makanan yang banyak mengandung cairan
Bagi anak yang sudah mulai makan makanan padat, ayah dan bunda dapat memberikan makanan yang banyak mengandung air, seperti sup, yogurt, atau air kelapa. Makanan yang mengandung tinggi kalium, seperti pisang juga bisa menjadi pilihan.3

4. Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering
Saat sedang diare nafsu makan mungkin akan menurun, tetapi asupan makanan yang masuk tetap harus diperhatikan. Saat diare, si kecil mungkin juga merasa mual atau malah muntah, berikan makanan dalam porsi lebih kecil yang lebih mudah diterima. Makanan dalam porsi kecil ini perlu diberikan lebih sering, misal tiap 3-4 jam, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi si kecil selama diare.3

5. Lanjutkan memberi makanan yang mengandung tinggi energi setelah sembuh dari diare
Saat sedang diare, berat badan si kecil seringkali menurun karena asupan yang kurang atau kondisi dehidrasi. Bila diare sudah perbaikan, maka ayah dan bunda harus mengejar kekurangan asupan makan tersebut dengan melanjutkan memberikan makanan yang mengandung tinggi energi agar pertumbuhan si kecil tetap terjaga saat masa penyembuhan3

6. Manfaat Bubur Tempe
Bubur tempe ternyata juga bermanfaat untuk memperpendek masa diare dan meningkatkan berat badan setelah diare. Bubur tempe yang diproduksi oleh pabrik maupun dari tempe tradisional dapat mengurangi gejala diare lebih baik dibandingkan dengan formula kedelai. Tempe lebih mudah dicerna karena kandungan asam lemak bebas, peptida, dan asam amino yang tinggi. 8
Berdasarkan penelitian, Anak yang mendapat bahan makanan campuran tempe-terigu berhenti diare setelah 2,39 ± 0,09 hari (rerata), lebih cepat bila dibandingkan dengan anak yang mendapat bahan makanan campuran beras-susu (rata-rata 2,94 ± 0,33 hari). Sebuah studi uji klinis randomized controlled double-blind yang dilakukan oleh Soenarto et al (1997) menunjukkan bahwa formula yang berbahan dasar tempe dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat badan setelah menderita satu episode diare akut. 8

9. Makanan apa yang sebaiknya dihindari untuk anak diare?
Pemberian buah segar (jus buah) tidak disarankan, karena mengandung sukrosa, fruktosa dan sorbitol yang menyebabkan peningkatan osmolalitas.3 Makanan yang berlemak atau makanan yang mengandung banyak gula seperti sari buah manis yang diperdagangkan, minuman ringan, sebaiknya juga dihindari.4

10. Bagaimana cara mencegah dehidrasi sebelum anak dibawa ke sarana kesehatan?
Berikan oralit, bila tidak tersedia berikan cairan rumah tangga misalnya air tajin, kuah sayur, sari buah, air teh, air matang dll. 6

11. Bagaimana cara melakukan pencegahan diare yang benar dan efektif?
• Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai 2 tahun
• Memberikan Makanan Pendamping ASI sesuai umur
• Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih yang cukup
• Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar
• Buang air besar di jamban
• Membuang tinja bayi dengan benar
• Memberikan imunisasi campak 6

12. Pemberian Probiotik
Probiotik mungkin bermanfaat untuk AAD (Antibiotic Associated Diarrhea), tetapi karena kurangnya bukti ilmiah dari studi yang dilakukan pada kelompok masyarakat, maka WHO belum merekomendasikan Probiotik sebagai bagian dari tatalaksana pengobatan Diare. 1

SIMPULAN :
Tatalaksana Diare :
1. Pemberian Oralit
2. Tablet Zinc selama 10 hari
3. Teruskan ASI-Makan
4. Pemberian Antibiotik secera selektif (sesuai penyebab)
5. Perilaku Hidup Bersih Sehat

Makanan yang diberikan untuk anak diare :
1. Oralit untuk mengganti cairan yang keluar
2. Lanjutkan pemberian Air Susu Ibu (ASI)
3. Beri makanan yang mengandung banyak air, seperti sup, yogurt, atau air kelapa.
4. Beri makanan dalam porsi kecil dan sering
5. Lanjutkan pemberian makanan yang mengandung tinggi energi setelah sembuh dari diare

Referensi :
1. Buku Saku Lintas Diare. WHO-DEPKES RI, 2011
2. Pickering Lk, Snyder Jd. Gastroenteritis In Behrman, Kliegman, Jenson Eds. Nelson Textbook Of Pediatrics 17 Ed. Saunders. 2004.
3. Hafifah. Idai 2017. Bagaimana Memberi Makan Anak Saat Sedang Diare Available From http://Www.Idai.Or.Id/Artikel/Klinik/Keluhan-Anak/Bagaimana-Memberi-Makan-Anak-Saat-Sedang-Diare
4. Sandhu BK. Rationale for early feeding in childhood gastroenteritis. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2001.
5. Agostoni C et al. Medical position paper. Probiotic bacteria in dietetic product for infants: A commentary by ESPGHAN committee on nutrition. J Pediatr Gastroenerol Nutr. 2004.
6. Hegar B. Idai 2014. Bagaimana Menangani Diare Pada Anak. Available From http://Www.Idai.Or.Id/Artikel/Klinik/Keluhan-Anak/Bagaimana-Menangani-Diare-Pada-Anak
7. Tolia V. Acute infections diarrhea in children. Current treatment option in infections diseases. 2002.
8. Tatalaksana Diare, Buku Ajar Gastro-Hepatologi Anak Jilid I, 2009