Dokter Anakku

Rabies Mewabah Lagi

rabies-pics-thumbPemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan Kabupaten Melawi dan Ketapang dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Rabies. Virus ini telah menyebar di 14 kecamatan. Dilaporkan 185 warga telah terjangkit Rabies akibat gigitan anjing. Sementara 16 orang dinyatakan meninggal dunia akibat Rabies. Penetapan status KLB tersebut sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1501 tahun 2010 tentang penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan rata-rata di Asia ada 50.000 kasus kematian akibat rabies pertahun. Kasus di negara Asia terbanyak ditemukan di India (20.000-30.000 kasus pertahun), Vietnam (rata-rata 9.000 kasus pertahun), China (rata-rata 2.500 kasus pertahun), Filipina (200-300 kasus pertahun) dan Indonesia (rata-rata 125 kasus pertahun).

Di Indonesia, Rabies sebagian besar disebabkan gigitan anjing (98%) sementara sebagian kecil disebabkan oleh gigitan kera dan kucing (2%). Penyebaran virus rabies sulit dihentikan. Kecepatan penyebarannya tiga milimeter perjam. Tidak mengherankan bila Angka kematian Case Fatality Rate (CFR) akibat virus Rabies mencapai 100%.

Mengingat besarnya masalah rabies, forum Regional Zoonotic Meeting SEARO yang berlangsung di Jakarta 2013, bahkan telah menetapkan Rabies sebagai penyakit Zoonosis penyebab wabah prioritas kedua setelah Avian Influenza

Penyakit anjing gila atau dikenal dengan nama Rabies merupakan suatu penyakit infeksi akut pada susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus Rabies. Salah satu cara penularannya adalah melalui gigitan hewan yang tertular Rabies. Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia. Selain anjing, kucing, kera dan kelelawar juga merupakan hewan yang berpotensi menularkan Rabies ke manusia.

Rabies merupakan penyakit yang serius dan umumnya bersifat fatal. Serangan penyakit dapat mengancam jiwa penderitanya apabila tidak mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat. Bila sudah menunjukkan gejala klinis pada hewan atau manusia akan selalu diakhiri dengan kematian. 

Ciri-ciri korban Rabies :
Merasa sakit di luka gigitan,
Sakit kepala,
Takut cahaya, takut air dan sesak napas.
Gejala juga dapat diikuti dengan iratabilitas, halusinasi, kejang dan kelumpuhan

Rabies dapat menyerang semua umur dan jenis kelamin. Kekebalan alamiah pada manusia sampai saat ini belum diketahui (Depkes RI, 2011). Oleh karena itu lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit Rabies. Salah satu cara untuk mencegah terjangkitnya Rabies adalah dengan melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan dan pada orang yang berisiko tinggi terpapar rabies (dokter hewan, petugas laboratorium Rabies, perawat binatang, penjelajah gua, pelancong antar negara, anak anak di daerah endemis Rabies) 

Vaksin Rabies (IDAI)
Jadwal pemberian Vaksin Rabies Pra-Paparan dalam 3 dosis adalah :
Dosis 1 : Hari 1 (bila dibutuhkan)
Dosis 2 : Hari 7 setelah dosis I
Dosis 3 : Hari 21 atau 28 setelah dosis I

Tips untuk pemilik Anjing (AAP 2011, Depkes RI) :

  • Konsultasi pada dokter hewan sebelum memilih anjing untuk dipelihara di rumah.
  • Sosialisasikan anjing baru, kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
  • Latih anjing Anda agar dapat membangun ketaatan dan kepercayaan dengan pemilik anjing
  • Mengikat Anjing dengan rantai dan memberangus moncongnya jika hendak membawa keluar rumah
  • Vaksinasi anjing Anda, 1 sampai 2 kali dalam setahun, terhadap Rabies dan penyakit lainnya
  • Dianjurkan memandulkan anjing peliharaan.Karena Anjing yang mandul, lebih kecil kemungkinannya untuk menggigit.

Tips mencegah gigitan anjing (AAP, 2011)

  • Jangan meninggalkan bayi atau anak kecil sendirian dengan Anjing.
  • Ajari anak meminta ijin pada pemiliknya terlebih dahulu, sebelum membelai anjing apapun.
  • Hindari kontak dengan wajah dan ekor, bila bertemu dengan anjing asing
  • Jangan ganggu anjing jika sedang tidur, makan atau merawat anaknya
  • Jangan melewati anjing sambil berlari
  • Jika menjumpai seekor anjing yang akan menyerang, tetap bertindak tenang, hindari kontak mata, berdiri diam kemudian mundur perlahan sampai anjing tersebut pergi sendiri.
  • Jika diserang anjing, meringkuklah seperti bola, lindungi wajah Anda dengan lengan Anda.

Perawatan luka gigitan :

  • Mencuci luka bekas gigitan secepatnya menggunakan air mengalir  minimal selama 15 menit.
  • Membersihkan luka dengan desinfektan seperti : sabun atau deterjen, antiseptik/ alkohol 70% pada luka gigitan
  • Jika terdapat perdarahan dari luka gigitan, tekan luka dengan perban bersih atau handuk untuk menghentikan perdarahan kemudian cuci luka
  • Segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya.

Vaksin Rabies Paska Paparan (IDAI) : 

  • Setelah perawatan luka gigitan yang adekuat, maka selanjutnya perlu diberikan Vaksin Rabies 
  • Bila korban BELUM pernah mendapat vaksin Rabies, maka Vaksin diberikan sebanyak 4 dosis. Dua dosis pertama diberikan segera setelah terjadi paparan (hari 0, hari ke 3) dan dua dosis tambahan pada hari ke 7 dan hari ke 21. Pada waktu bersamaan dengan VAR pertama, perlu diberikan suntikan Imunoglobulin Rabies
  • Jika korban SUDAH pernah mendapatkan vaksin rabies, maka hanya perlu 2 dosis Vaksin saja, pada hari 0 (hari pertama kejadian) dan hari ke 3 setelah kejadian. Tanpa pemberian Imunoglobuin Rabies 

Sumber :
Rabies Prioritas Kedua Setelah Avian Influenza, Depkes RI
AAP, National Dog Bite Prevention Week, 2011
Vaksin Rabies, IDAI