Dokter Anakku

Tanya Jawab Polio

2015-06-17 10.48.501. Apa itu polio?
Polio atau Poliomielitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio dan dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan otot permanen. Penyakit ini menyerang pada semua kelompok umur, namun yang peling rentan adalah kelompok umur kurang dari 3 tahun.

2. Indonesia telah dinyatakan bebas polio, tetapi mengapa anak masih tetap harus diimunisasi polio?
Meskipun Indonesia telah dinyatakan sebagai negara yang bebas polio, vaksin polio tetap harus diberikan untuk semua bayi baru lahir dan dosis booster atau dosis penguat tetap diberikan pada balita. Hal ini untuk mencegah terjadinya kasus polio impor dari negara tetangga yang masih menjadi negara endemik polio yang terbawa arus migrasi penduduk dunia masuk ke Indonesia sebagai negara yang telah dinyatakan bebas penyakit poliomyelitis.

2. Berulangnya kejadian polio di negara-negara yang sebelumnya sudah dinyatakan bebas dari penyakit ini, bagaimana hal ini bisa terjadi?
Selama masih ada negara atau daerah yang menjadi endemik penyakit poliomyelitis, maka status negara yang bebas polio pun selalu menjadi terancam, karena selalu ada kemungkinan virus polio ini akan sampai dinegara bebas polio tersebut sehingga menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit polio.

Sampai saat ini masih ada 4 negara di Asia dan Afrika yang dikategorikan menjadi negara endemik penyakit polio, yaitu India, Pakistan, Afganistan dan Nigeria. Sehingga vaksinasi polio di negara yang sudah dinyatakan bebas polio tetap diperlukan dan tetap harus dipertahankan cakupan imunisasi yang tinggi (vaccine coverage) dengan tujuan mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit poliomyelitis ini.

3. Bagaimana proses terjadinya penularan virus polio?
Polio menular melalui kontak antar manusia. Polio dapat menyebar luas diam-diam karena sebagian besar penderita yang terinfeksi virus polio tidak memiliki gejala sehingga tidak tahu kalau mereka sendiri sedang terjangkit. Cara penularan virus polio adalah melalui kontak fecal-oral atau kontak dari tinja yang mengandung virus polio ke mulut. Biasanya menular melalui air, tangan atau bahan makanan yang telah terkontaminasi tersebut. Sehingga pada daerah yang kesulitan air bersih dapat timbul masalah dan penularan virus polio.

4. Bagaimana gejala penyakit polio?
Polio menyerang tanpa mengenal usia, namun yang paling rentan adalah anak dibawah usia 3 tahun. Masa inkubasi polio berkisar antara 3 sampai 35 hari

Tanda dan gejala penyakit Poliomielitis dapat dibagi dalam polio yang melumpuhkan (paralisis) dan polio yang tidak melumpuhkan (non paralisis)

Gejala terjangkitnya virus polio :
Pada kasus ringan akan ditemukan gejala berupa :
• Demam
• Sakit kepala
• Mual
• Muntah
• Nyeri perut
• Peradangan tenggorokan


Pada kasus nonparalisis akan ditemukan gejala
:

• Kaku kuduk
• Sakit kepala yang hebat
• Nyeri di bagian belakang anggota gerak bawah
• Perdangan selaput otak

Pada kasus paralisis akan ditemukan gejala :
• Gangguan pada saraf-saraf otot pada lokasi tertentu atau menyebar
• Gangguan fungsi otot yang tidak simetris (berbeda antara kiri-kanan)
• Pengecilan ukuran otot (beberapa minggu)
• Kesembuhan dapat total, sebagian atau tidak

5. Jika orangtua menemukan gejala polio pada anak, kapan saat tepat membawa si anak ke dokter untuk memastikan diagnosis terinfeksi virus polio?
Orang yang diduga terinfeksi Polio harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut dan diisolasi. Bawa anak sesegera mungkin ke doker bila muncul gejala Polio, terutama pada fase stadium akut.

Fase stadium akut (sejak adanya gejala klinis hingga 2 minggu) ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat, jarang lebih dari 10 hari, kadang disertai sakit kepala dan muntah. Kelumpuhan terjadi dalam seminggu dari permulaan sakit. Kelumpuhan ini terjadi sebagai akibat dari kerusakan sel-sel motor neuron di Medula spinalis (tulang belakang) yang disebabkan karena Invasi virus.

Fase stadium sub-akut (2 minggu s/d 2 bulan) ditandai dengan menghilangnya demam dalam waktu 24 jam atau kadang suhu tidak terlalu tinggi. Kadang disertai kekakuan otot dan nyeri otot ringan. Kelumpuhan anggota gerak yang layuh dan biasanya pada salah satu sisi.

Fase Stadium Konvalesen (2 bulan s/d 2 tahun) ditandai dengan pulihnya kekuatan otot yang lemah. Sekitar 50-70 persen dari fungsi otot pulih dalam waktu 6-9 bulan setelah fase akut. Selanjutnya, sesudah usia 2 tahun diperkirakan tidak terjadi lagi perbaikan kekuatan otot.

6. Bagaimana penanganan penyakit polio pada anak? Mengingat penyakit ini tak bisa disembuhkan, bahkan bisa menimbulkan kematian.ID_NKTA2014MTH05ED790_B_
Sampai saat ini tidak ada pengobatan untuk penyakit poliomyelitis, sehingga yang terbaik dan ampuh adalah upaya pencegahan dengan memberikan Vaksin Polio untuk semua bayi dan anak-anak didaerah endemik, juga untuk semua wisatawan, tanpa memandang usia, yang datang dari daerah bebas penyakit polio dan akan berkunjung ke daerah endemik penyakit polio, misalnya wisatawan dari Eropa atau Amerika yang akan berkunjung ke Asia dan Afrika.

7. Selain dengan pemberian imunisasi polio, apa lagi yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus polio pada anak?
Pada era globalisasi dimana mobilitas penduduk dunia antar negara sangat tinggi dan cepat dapat mengakibatkan kesulitan dalam mengendalikan penyebaran virus ini.

Sehingga selain pencegahan dengan Vaksinasi Polio, harus disertai juga dengan peningkatan sanitasi lingkungan dan perorangan seperti : Mencuci tangan setelah mengganti popok bayi, mencuci makanan sebelum disajikan, memastikan ketersediaan air bersih di rumah

Telah terbit di Tabloid Nakita, edisi 790. Dapatkan di Scoop Magazine