Dokter Anakku

Waspada Wabah Hepatitis A

nk5Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan bahwa telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di wilayahnya. Kejadian ini ditandai dengan adanya 28 orang menderita Hepatitis A sejak minggu ke-2 Nopember 2015 sampai dengan 10 Desember 2015. Dalam periode ini dilaporkan tidak ada kematian akibat penyakit tersebut.

Informasi terjadinya wabah Hepatitis A ini diperoleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melalui civitas akademika IPB yang melaporkan kejadian sakit pada 28 mahasiswa IPB yang tinggal di asrama kampus dengan dugaan awal karena penyakit Hepatitis A. Data dari klinik asrama dan Biro Hukum, Promosi, dan Humas IPB menyebutkan sebanyak 28 orang diduga menderita penyakit Hepatitis A. Penderita adalah mahasiswa yang tinggal di asrama dan rumah kost di sekitar kampus IPB Dramaga Bogor. Kejadian ini diperkirakan telah berlangsung sejak minggu ke-2 Nopember 2015. Adapun gejala terbanyak yang diderita adalah demam, mual, muntah, dan air kencing berwarna kuning seperti teh.

Mahasiswa yang sakit telah diberi pertolongan di klinik kampus dan sebagian dirujuk ke beberapa RS. Adapun jumlah mahasiswa yang dirujuk masih didata. Namun demikian, hasil pemeriksaan lab di RS menunjukkan 4 orang positif Hepatitis A. Hasil investigasi memperkirakan sumber penularan Hepatitis A ada pada rantai penyediaan pangan yang dikonsumsi masyarakat kampus IPB seperti kantin, penyedia makanan di salah satu unit asrama mahasiswa, dan suplai air minum dalam galon. Untuk memastikan sumber penularan Hepatitis A, telah dilakukan pengambilan sampel lingkungan, terdiri dari 4 sampel air minum (dari asrama, kantin asrama dan depot air isi ulang) dan 2 sampel air bersih dari asrama yang sama. Selain itu, tim investigasi juga sedang menentukan sumber penularan, cara penularan, dan area penularan. Untuk menekan penularan telah pula dilakukan komunikasi risiko kepada civitas akademika IPB, pengelola kantin di dalam maupun di luar kampus dalam hal informasi seputar penyakit Hepatitis A, cara penularan, cara pencegahan penularan, dan hal yang harus dilakukan bila menderita sakit atau mengetahui adanya penderita

Apakah Hepatitis A itu?
HEPATITIS A adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (HVA) dari family picornaviridae yang bersifat termostabil, tahan asam dan tahan terhadap empedu serta diketahui dapat bertahan hidup dalam suhu ruangan selama lebih dari 1 bulan. Pejamu infeksi VHA terbatas pada manusia dan beberapan binatang primata.

Cara Penularan Hepatitis A
Virus Hepatitis A ditularkan secara fekal-oral. Dengan cara virus masuk kedalam saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh tinja penderita VHA. Virus kemudian masuk ke hati melalui peredaran darah untuk selanjutnya menginvasi sel-sel hati (hepatosit), dan melakukan replikasi (berkembang biak) di hepatosit. Jumlah virus yang tinggi dapat ditemukan dalam tinja penderita sejak 3 hari sebelum muncul gejala hingga 1-2 minggu setelah munculnya gejala kuning (ikterus) pada penderita.

Pengeluaran (Ekskresi) virus melalui tinja penderita pernah dilaporkan mencapai 6 bulan pada bayi dan anak.

Sebagian besar kasus kemungkinan tidak menular lagi pada minggu pertama setelah ikterus. Ekskresi kronis pada VHA tidak pernah dilaporkan. Infeksi Hepatitis A sering terjadi dalam bentuk Kejadian Luar biasa (KLB), dengan masa Inkubasi penyakit 15-50 hari (rata-rata 28-30 hari). Umumnya sumber penularan berasal dari air minum yang tercemar, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, dan sanitasi yang buruk. Selain itu, walaupun bukan merupakan cara penularan yang utama, penularan melalui transfusi atau penggunaan jarum suntik bekas penderita dalam masa inkubasi juga pernah dilaporkan.

Tanda dan Gejala Hepatitis A
Tanda dan gejala awal infeksi virus Hepatitis A sangat bervariasi dan bersifat tidak spesifik. Demam, kelelahan, anoreksia (tidak nafsu makan) dan gangguan pencernaan (mual, muntah, kembung) dapat ditemukan pada awal penyakit. Dalam waktu 1 minggu, beberapa penderita dapat mengalami gejala kuning (ikterus), disertai gatal pada tubuh, buang air kecil berwarna seperti teh, dan tinja berwarna pucat.

Infeksi pada anak berusia dibawah 5 tahun umumnya tidak memberikan gejala yang jelas dan hanya 10% yang akan memberikan gejala ikterus. Pada anak yang lebih tua dan dewasa, gejala yang muncul biasanya lebih berat dan ikterus terjadi pada lebih dari 70% penderita.

Disamping gejala dan tanda klinis yang kadang tidak muncul, diagnosis Hepatitis A dapat ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan IgM-antiVHA serum penderita.

Pencegahan Hepatitis A
Penyakit ini memang tidak berbahaya, namun lamanya masa penyembuhan dapat memberikan kerugian ekonomi dan sosial. Penyakit ini juga tidak memiliki pengobatan spesifik yang dapat mengurangi lama penyakit, sehingga dalam penatalaksanaan Hepatitis A, tindakan pencegahan adalah yang paling diutamakan. Pencegahan Hepatitis A dapat dilakukan baik dengan pencegahan nonspesifik (perubahan perilaku) maupun dengan pencegahan spesifik (imunisasi).

Pencegahan Non-Spesifik
Perubahan perilaku untuk mencegah Hepatitis A terutama dilakukan dengan meningkatkan sanitasi, antara lain:
a. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara benar pada 5 saat kritis, yaitu:
1. Sebelum makan
2. sebelum mengolah dan menghidangkan makanan
3. Setelah buang air besar dan air kecil
4. Setelah mengganti popok bayi
5. Sebelum menyusui bayi

b. Pengolahan makanan yang benar, meliputi:
1. Menjaga kebersihan
? Mencuci tangan sebelum memasak dan keluar dari toilet
? Mencuci alat-alat masak dan alat-alat makan
? Dapur harus dijaga agar bersih

2. Memisahkan bahan makanan matang dan mentah
? Menggunakan alat yang berbeda untuk keperluan dapur dan untuk makan
? Menyimpan bahan makanan matang dan mentah di tempat yang berbeda

3. Memasak makanan sampai matang
? Memasak makanan pada suhu minimal 85 0C, terutama daging, ayam, telur, dan makanan laut
? Memanaskan makanan yang sudah matang dengan benar

4. Menyimpan makanan pada suhu aman
? Jangan menyimpan makanan pada suhu ruangan terlalu lama
? Memasukan makanan yang ingin disimpan ke dalam lemari pendingin
? Jangan menyimpan makanan terlalu lama di lemari pendingin

5. Menggunakan air bersih dan bahan makanan yang baik
? Memilih bahan makanan yang segar (belum kadaluarsa) dan menggunakan air yang bersih
? Mencuci buah dan sayur dengan baik

6. Membuang tinja di jamban yang saniter
? Menyediakan air bersih di jamban
? Memastikan sistem pendistribusian air dan pengelolaan limbah berjalan dengan baik

nk6Pencegahan Spesifik (Imunisasi)
Pencegahan spesifik Hepatitis A dilakukan dengan imunisasi. Proses ini bisa bersifat pasif maupun aktif.
Imunisasi pasif dilakukan dengan memberikan Imunoglobulin. Tindakan ini dapat memberikan perlindungan segera tetapi bersifat sementara. Imunoglobulin diberikan segera setelah kontak atau untuk pencegahan sebelum kontak dengan 1 dosis secara intra-muskular. Efek proteksi dapat dicapai bila Imunoglobulin diberikan dalam waktu 2 minggu setelah terpajan.

Imunisasi aktif, memberikan efektifitas yang tinggi pada pencegahan Hepatitis A. Vaksin dibuat dari virus yang diinaktivasi (inactivated vaccine). Vaksin ini relatif aman dan belum ada laporan tentang efek samping dari vaksin kecuali nyeri ditempat suntikan. Berikan vaksinasi hepatitis A setelah anak berusia 2 tahun. Vaksin diberikan dalam 2 dosis dengan selang 6 – 12 bulan didaerah paha. Teorinya, pemberian satu kali belum bertahan cukup lama dibandingkan pemberian 2 kali yang bisa bertahan hingga 20 tahun.

Pengobatan Hepatitis A
Pengobatan utama yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh (istirahat dan makan makanan yang bergizi), rawat inap hanya diperlukan bila penderita tidak dapat makan dan minum serta terjadi dehidrasi berat. Tidak diperlukan Isolasi pada penderita VHA. Imunisasi pasif pada orang yang terpajan cairan tubuh penderita. Diperlukan pencatatan dan pelaporan sesuai peraturan yang berlaku bagi penderita VHA

Telah terbit di taboid Nakita ed 875